Nature

slide

Technology

Friday, September 30, 2016

Dominant, Incomplate Dominant, Resesif, Co-Dominan Dan Multifactorial

 Dominant, Incomplate Dominant, Resesif, Co-Dominan Dan Multifactorial


Lagi iseng buka-buka di google ketemu kata beginian Dominant, Incomplate Dominant, Resesif, Co-Dominan dan Multifactorial. akhirnya ade ide juga, kenapa ga buat tulisan aja hehe....
Mulai dari iseng-iseng di Hp akhirnya jadi juga tulisan kaya gini yuk semoga pembahasan kali ini mudah di mengerti, saya selalu mencoba membahas tentang Burung lovebird dengan gaya bahasa yang mudah di mengerti agar Sahabat KBLJ semua dapat mudah memahami.

Nah...pasti sahabat KBLJ sering sekali menadengar kata Dominant, Incomplate Dominan, Resesif, Co-Dominan dam Multi factorial. Sebenarnya sebuah warna di agapornis tercipta melalui beberapa mutasi diatas.
Berdasarkan Genetika yang ada mutasi warna tercipta dan terbagi dalam 5 mode of inheritance "pola penurunan genetik" yaitu:
1. Dominant
2. Incomplate Dominant
3. Resesif
4. Co- Dominan
5. Multifactorial



Mari coba kita bahas satu per satu:

DOMINAN
Gen Dominan adalah Gen yang dapat dilihat dalam bentuk nyata "visual", Gen Dominant sangat kuat karna Gen dominan adalah suatu gen yang menutupi ekspresi gen lainnya sehingga sifat yang dibawanya terekspresikan menutupi Gen lainnya  seperti Gen Resesif dalam istilah Lovebird Split/ keturunan yg tidak nyata, Gen Dominan mempunyai sifat  Factor penurunan

- Single Factor (SF)
- Double Factor (DF)

Karna sifatnya Dominan tidak adanya Split di dalam Dominant yg berarti burung harus visual/nyata

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Green
- Pied Dominan

Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Green
- Dominant Pied
- Slaty

Berikut ini adalah Rumusan dari Dominan

Dominant x Dominant
anak yang keluar 100% Dominant

Green x Green = 100% Green





INCOMPLATE DOMINAN
Gen Incomplete Dominant adalah Gen Dominant yang tidak sempurna atau Gen yang telah bercampur menjadi satu dengan Gen lainnya. Gen Incomplate Dominan ini sama halnya dengan Gen Dominan setiap keturunannya akan selalu tampak secara Visual atau nyata. Gen Incmplate Dominant mempunyai sifat Faktor penurun:

- Single Factor (SF)
- Double Factor (DF)

Ini berarti dua hal:
1. Seekor burung hanya perlu mewarisi mutasi dari satu indukan untuk menunjukkan efek dari mutasi.Seekor burung yang membawa satu salinan mutasi disebut sebagai "satu faktor gelap/single factor (SF)" .
2. Seekor burung yang mewarisi mutasi dari KEDUA indukan, disebut sebagai "dua faktor gelap/double faktor (DF)", dua faktor gelap akan sangat terlihat berbeda dengan burung satu faktor gelap.
Mutasi dark factor ini terjadi secara langsung pada spesies A.Roseicollis, A.Taranta, dan A Personata, namun untuk A.Fischeri, A.Lilianae (Nyasa), dan A.Nigrigenis (Blackcheeked) terjadi karna transmutasi/perkawina silang dengan A.Personata.
"sedikit sulit membedakan burung dengan Single Factor (SF) dengan burung Double Factor (Df)

Karna sifatnya hampir sama denang Dominant maka Incomplate Dominant tidak adanya Split di dalam Incompalete Dominant yg berarti burung harus visual/nyata.

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Dark Factor
- Pale headed
- Violet
- Misty
- Creasted

Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Dark factor
- Violet
- Dominant edge
- Misty
- Euwing
- Creasted

Mutasi warna pada : A.Taranta
- Dark faktor

Berikut ini adalah Rumusan dari Incomplate Dominan Dark Factor 




Atau Bisa baca-baca di artikel sebelumnya mengenai incompalate dominan Dark faktor Disini :


RECESSIVE
Gen Resesif adalah gen yang tidak tampak secara visual jika dipasangkan dengan Gen Dominant biasanya disebut Split. Namun bisa menjadi visual jika dipasangkan dengan Gen resesif yang sama seperti Blue (sifatnya Resesif) di kawinkan dengan blue anakannya akan keluar visual blue.

Split biasanya diberi kode "I" atau "/".

Sebagai contoh:





Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Blue
- Turquoise
- Aqua
- Bronze Fallow
- Pale Fallow
- Orange Face
- Marble
- Resesif pied


Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Blue
- Turquoise
- NSL Ino
- Dark Eye Clear (DEC)
- Pastel
- Bronze Fallow
- Pale Fallow
- dun Fallow
- Dilute
- Faded
- Recesive pied


Mutasi warna pada : A.Taranta
- Turquoise
- Pale Fallow
- Bronze Fallow
- Dilute


CO - DOMINAN
Co - Dominan adalah Gen resesif yang tidak bercampur menjadi satu dengan Gen resesif melainkan terpisah satu-satu membentuk mutasi warna. Co-dominant terjadi pada burung Lutino, pastel, DEC dan Bronze fallow. Co-dominant yang lain adalah Turquoise dan blue.



MULTIFACTORIAL
Adalah Gen yang terbentuk secara tidak diduga dan tidak bisa dicetak secara sengaja. Terjadi begitu saja. Induk dapat menurunkan Gen Multifactorial tetapi Gen Multifactorial itu sendiri tidak bisa menurunkan keanaknya.


Mutasinya pada agapornis : Halfslider,Mottled dan Longfeather

Berdasarkan Penentu kelamin dibagi menjadi 2:

1. Non Sex-linked (NSL) A.Nigrigenis. Tidak mempunyai penentu kelamin. Jenis kelamin induk tidak berpengaruh pada kelamin anak.
Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Opaline
- Pale

2. Sex-Linked (SL)
Sex-linked adalah Gen yang mempunyai Penentu Kelamin (Sex-Liked) dan Resesif. Artinya jenis kelamin burung bisa ditentukan dari induk yang dipasangkan.

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Cinamon
- Opaline
- SL ino
- Pallid

- Semoga bermanfaat -

Wednesday, May 11, 2016

Perbedaan Agapornis pullaria dengan Agapornis Receicollis

Perbedaan Agapornis pullaria dengan Agapornis Receicollis


Untuk bahan bacaan
Tentang pemahaman Redfaced (agapornis pullaria) dengan Redfaced (agapornis Receicollis), sebenarnya masih banyak yang keliru untuk orang yang belum begitu memahami lovebird banyak yang mengira redface di agapornis pullaria sama dengan agapornis roceicollis tapi sebenarnya diantara kedua jenis burung ini jelas berbeda sekilas mungkin sama ,perlu diketahui sebutan redface di agapornis rocecollis tidak ada melainkann peachface.

Lihat perbedaan pada gambar dibawah ini


                                     

                              Agapornis Roceicollis               Agapornis Pullaria

Antara kedua jenis tersebut adalah sama-sama non kle/Non Eye Ring perbedaanya terlihat 
jelas pada warna merah di muka Redfaced (agapornis pullaria) memiliki warna 
yang memang tidak lebih dari garis mata, selain itu agapornis pullaria sangat langka, dari sekitar 2000+ burung yang  di-show-kan pada acara "( BVA Masters 2012 Agapornis Pullaria, fun and  beautiful bird, dan agapornis )" cuma ada sekitar 4 Agapornis Pullaria.
Agaposnis pullaria belum ada yg mengalami mutasi mungkin masih sangat lama 
sampai burung itu bisa sampai ke indonesia.
Perbedaannya juga terlihat dari ukuran tubuh agapornis pullaria memiliki 
tubuh yg lebih kecil sekitar (panjang 15cm Berat 48 gram)) dibandingkan dengan agapornis Roceicollis sekitar (panjang 15cm Berat 46-63 gram).

mari kita lihat perbedaan antara agapornis Pullaria dengan agapornis roceicollis secara detil:




Dan untuk Redfaced dari Agapornis Roceicoicollis saya rasa itu hanya karena 
salah kaprah dalam penempatan istilah saja, tidak ada 'red faced ' dalam agapornis
Roseicollis, karena nama mereka adalah 'peachfaced', species jelas beda juga. Yang ada adalah 'collor intensive' dimana warna yang ada di burung lebih terang, dan ini didapat 
dari para peternak yang selektif, Kalau di lomba-lomba burung di Lovebird Non klep bakal banyak sekali  burung-burung color intensive ini yang dilombakan,
Hampir sama konsepnya dengan kenari red intensive meskipun kalau di kenari bisa di-doping lewat pewarna ALAMI (menambahkan betacarotein pada asupan makanan dan KIMIA  (mensuntikan bahan kimia ) yang diberikan sebelum masa mabung mereka kalau 
di roseicollis tidak bisa di doping.

Ini contoh pict Red-intensive lutino roseicollis di acara BVA Masters 2012 
(burung ini juara medali emas):




Bila rekan - rekan pernah melihat pict agapornis di :

http://www.pinlovebird.com/thai/agapornis.html

Kalo menurut saya pin lovebird itu memakai istilah sendiri dan tidak standar.
Untuk istilah internasional yang di adopsi mayoritas klub penggemar lovebird dunia (terkecuali ALBS).

Silahkan kesini :

http://www.agapornis.info/

website dari pakar lovebird dunia Mr. Dirk Van den Abeele.
Mengapa "(ALBS America)" berbeda dengan Australia dan eropa, mestinya Eropa 
dan Australia sudah gabung dan memaakai istilah yg sama mulai 7 thn lalu, tetapi ALBS masih ngotot pake istilah mereka sendiri,  "(maklum orang Amrik,dunia pakai liter, amrik pake gallon. dunia pake  meter, amrik pake kaki. dunia pakai celcius, amrik pake fahrenheit, dst-dst.

Pertanyaannya "Apakah indonesia bisa menanamkan standart seperti itu,,,????? dan jawabannya mesti bisa...".

Friday, October 23, 2015

Faktor Gelap/Dark Factor

Faktor Gelap/Dark Factor



Faktor gelap/Dark Factor
Img: Hobi Burung

Faktor gelap/Dark Factor
Faktor gelap/Dark Factor  adalah dimana mutasi yang terjadi bukan disebabkan oleh penambahan pigmen eumelamin (pigmen hitam/gelap) tetapi ini terjadi karna perubahan/melebarnya Zona spons yang menyebabkan perubahan pada sruktur bulu, sehingga warna yang dipantulkan berubah menjadi lebih gelap. 
Perlu di ketahui disini bahwa Dark factor mewarisi  Incomplete  Dominant seperti layaknya Faktor violet, Ini berarti dua hal: 

1. Seekor burung hanya perlu mewarisi mutasi dari satu indukan untuk menunjukkan efek dari mutasi.Seekor burung yang membawa satu salinan mutasi disebut sebagai "satu faktor gelap/single factor (SF)" .
2. Seekor burung yang mewarisi mutasi dari KEDUA indukan, disebut sebagai "dua faktor gelap/double faktor (DF)", dua faktor gelap akan sangat terlihat berbeda dengan burung satu faktor gelap.

Monday, October 19, 2015

faktor violet

FAKTOR VIOLET

Cukup banyak para penangkar yang tertarik dan ingin mengetahui morphologi warna violet. mungkin karna dari itu kali ini saya ingin sekali mengulas tentang warna violet sebenarnya tertarik pada postingan teman yang sulit membedakan antara Blue/biru, single factor (SF) blue/satu faktor gelap biru dan double factor (DF) blue/biru dengan dua faktor gelap.

Biru = standar biru
SF/Single Factor/satu faktor gelap = cobalt
DF/DDF/doble dark factor = mouve

Begini kronologinya: