Nature

slide

Technology

Friday, October 21, 2016

Penamaan lain lovebird


Inilah nama-nama lovebird yang beredar di indonesia dan juga di negara-negara lain bila kita samakan dengan penamaan international

Singkatan: D - Dark factor
                  DD - Double dark Faktor
                  SF - Single factor
                  NSL- Non Sex Linked
Nama yang biasa di gunakan/Nama internasional
Nama lain yang umum di gunakan
Pola penurunan genetik
white eye ring group(A.fischeri,A.Personata, A.Liliana, dan A.Nigerigrnis
Dark factor
faktor gelap
Incompale dominan
Green
ijo,josan,
Dominant
D Green
Bottle green,jade
D - Incomplate  dominant
Green- Dominant
DD Green
Olive
D - Incomplate  dominant
Green- Dominant
Blue
Biru
Recessive
D Blue
Cobalt
D - Incomplate  dominant
Blue- Recessive
DD Blue
Mouve
D - Incomplate  dominant
Blue- Recessive
NSL Ino (Non Sex Linked)
Lutino
Recessive
Albino
Albino
Recessive
Dec - Dark Eye clear
Yellow,lutino mata hitam
Mutiple allelesof a-loci
Recessive
Pastel

Mutiple allelesof a-loci
Recessive
Dominant Edge
Spangle
Dominant
Dominant pied
Blorok Dominant
Recessive
Recessive Pied
Blorok Resesif
Dominant
Slaty
steel blue
Incompale dominant
Violet
Visual Violet
Mutiple allelesof a-loci
Bronze fallow

Recessive
Dilute
Suffused
Recessive
Mottel

Multifactorial
Misty

Incompale dominant
Euwing

Incompale dominant

A. Roseicollis
Green
ijo,josan,muka salem
Dominant
Turquoise
Blue,white face,Duth blue
Mutiple allelesof a-loci
Recessive
aqua
Pastel green
Mutiple allelesof a-loci
Recessive
Aqua Turquoise
sea green
Incompale dominant
Orange Face
ijo muka orange
Recessive
Dark factor
Faktor gelap
Incompale dominant
Dilute
Japanese chery,suffusion
Recessive
Marbled
edge dilute, golden chery,
silver chery,spangle
Recessive
Bronze fallow

Mutiple allelesof a-loci
Recessive
Pale Fallow
East- German fallow
Recessive
Long Feathering
Lovebird besar
Multofatorial
Pale headed

Incompale dominant
Dominant Pied
Blorok Dominant
Dominant
Recessive Pied
Blorok Resesif
Recessive
Violet
Visual Violet
Incomplate Dominant
Cinnamon (Sex Linked)

Recessive
Opaline (Sex Linked)
Rose-Headed
Recessive
Ino (Sex Linked)
Lutino
Recessive
Pallid (Sex Linked)
Australian Cinnamon, Isabel
Recessive
*Blue*
Pure
Recessive


A. Taranta
Dark factor

Incomplate Dominant
Misty

Incomplate Dominant
Pale Fallow

Recessive
Bronze fallow

Mutiple allelesof a-loci
Recessive

Friday, October 7, 2016

Euwing

Euwing

Agapornis Fischeri
Euwing
Apa sih Euwing?
Mari kita lihat sejarah dari euwing..

Euwing adalah mutasi warna pada burung Agapornis fischeri yang pertama kali di temukan oleh PIET VERHIJDE di Belanda Pada tahun 2004.
Di penangkarannya beliau menjendohkan 1(satu) pasang indukan Green (wild type) / ijo standar dengan Lutino dari Agapornis fischeri.

Euwing Bila saya artikan....
EUWING dipisahkan dalam kata "EU" dan "WING"  yaitu "EU" adalah EUmelamin dan  "WING" adalah sayap, yang berarti peningkatan atau bertambahnya Eumelanin  (faktor gelap.)->(ksh link pengertian eumelamin) pada sayap ( Eumelanin increase in the wing)
Yang membuat warna sayap menjadi lebih hitam atau gelap.
Sehingga pada burung Euwing bentuk punggung diantara kedua sayapnya membentuk seperti huruf "V".

Berikut ini gambar dari Dirk van den abeele






Telah kita ketahui bahwa Euwing adalah sifat / memiliki Gen Incomplate Dominan yang berati faktor Dominan yang tidak sempurna.
Masih ingatkan pembahasan tentang Dark Faktor Euwing sama halnya dengan Dark faktor karna sama-sama memiliki Gen Incomplate dominan.
Berikut ini saya berikan rumusan Incomplate dominan :



Bila sahabat KBLJ ingin mencetak atau menghasilkan Euwing yang perlu diketahui disini adalah :
Euwing sifatnya atau Memiliki Gen Incomplete Dominant.
Sehingga salah satu dari indukan, jantan atau betina harus lah ada Euwing.
Karna Euwing sifatnya incomplate dominan maka sangat dapat dibedakan burung dengan single faktor "Sf" Dan Double faktor "Df" dari bentuk pola pada sayapnya.
Burung Euwing dengan single faktor "SF" Tidak akan tampak berpola sedangkan pada burung Euwing dengan Double Faktor "DF" akan sangat jelas terlihat bulu sayap akan tampak berpola seperti bintik2 atau batik
Sangat tidak dianjurkan menangkarkan burung dengan faktor incomplate dominan DF x DF karna peningkatan eumelamin pada sayap yang terjadi burung akan terlihat  berwarna kusam (penumpukan eumelanin)


Berikut Ini saya berikan Rumusan Euwing:



Ciri-ciri burung Euwing.
  • Pada punggung bagian atas di kedua sayapnya membentuk seperti huruf "V"
  • tidak sempurnanya pigmen bulu pada dada dan area perut
  • Warna bulu pada dadanya menjadi berwarna lebih terang (kuning atau putih) bila dibandingkan dengan warna Galur murninya (Wild Type).
  • tidak sempurnanya pigmen bulu pada punggung yang membentuk V-Formig. Pada SF V-Forming hanya kecil saja, sedangkan pada DF V-Forming semakin besar melebar.
  •  Pada mutasi Green Series warna V-Formig, dada & area perut akan berubah menjadi kuning (DF lebih berwarna kuning daripada SF) & pada mutasi Blue Series warna V-Formig, dada & area perut akan berubah menjadi kelabu (DF lebih berwarna putih daripada SF).
  • Ketika Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Double Dark Euwing (DD Euwing) maka bulu Dada akan lebih kelihatan lebih gelap (tidak cerah).


Didalam Euwing kita ketahui ada beberapa pola yaitu
  • Normal
  • Berpola
  • Tidak berpola


Normal
Bulu Dada akan tereduksi dan tampak jelas menjadi lebih terang.
Berpola
Bulu Dada benar-benar cerah (kuning/putih).
Tidak Berpola
Hanya sedikit terjadi reduksi pada bulu Dada Dan pola V pada punggung tidak tampak jelas.


Bila mutasi Euwing ini dikombinasikan dengan opaline dari A.fischeri maka akan menghasilkan warna yang exotis, karna kedua Mutasi ini mempengaruhi  pigmentasi dari bulu.
Mutasi SL Resesif pada Opaline akan menyusun ulang pigmen yang hadir pada burung.sebagai contoh warna orange atau merah pada bagian kepala (agapornis fischeri) akan meluas ke bagian kepala bagian belakang, pada bulu sayap akan tampak seperti pola edge, pada bagian pantat berwarna hijau dan bulu ekor mendominasi warna orange /merah.


"Semoga bermanfaat dan selamat mencoba..agar dapat menghasilkan mutasi-mutasi baru"

Friday, September 30, 2016

Dominant, Incomplate Dominant, Resesif, Co-Dominan Dan Multifactorial

 Dominant, Incomplate Dominant, Resesif, Co-Dominan Dan Multifactorial


Lagi iseng buka-buka di google ketemu kata beginian DominantIncomplate DominantResesifCo-Dominan dan Multifactorial. akhirnya ade ide juga, kenapa ga buat tulisan aja hehe....
Mulai dari iseng-iseng di Hp akhirnya jadi juga tulisan kaya gini yuk semoga pembahasan kali ini mudah di mengerti, saya selalu mencoba membahas tentang Burung lovebird dengan gaya bahasa yang mudah di mengerti agar Sahabat KBLJ semua dapat mudah memahami.

Nah...pasti sahabat KBLJ sering sekali menadengar kata DominantIncomplate Dominan, Resesif, Co-Dominan dam Multi factorial. Sebenarnya sebuah warna di agapornis tercipta melalui beberapa mutasi diatas.
Berdasarkan Genetika yang ada mutasi warna tercipta dan terbagi dalam 5 mode of inheritance "pola penurunan genetik" yaitu:
1. Dominant
2. Incomplate Dominant
3. Resesif
4. Co- Dominan
5. Multifactorial



Mari coba kita bahas satu per satu:

DOMINAN
Gen Dominan adalah Gen yang dapat dilihat dalam bentuk nyata "visual", Gen Dominant sangat kuat karna Gen dominan adalah suatu gen yang menutupi ekspresi gen lainnya sehingga sifat yang dibawanya terekspresikan menutupi Gen lainnya  seperti Gen Resesif dalam istilah Lovebird Split/ keturunan yg tidak nyata, Gen Dominan mempunyai sifat  Factor penurunan

- Single Factor (SF)
- Double Factor (DF)

Karna sifatnya Dominan tidak adanya Split di dalam Dominant yg berarti burung harus visual/nyata

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Green
- Pied Dominan

Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Green
- Dominant Pied
- Slaty

Berikut ini adalah Rumusan dari Dominan

Dominant x Dominant
anak yang keluar 100% Dominant

Green x Green = 100% Green





INCOMPLATE DOMINAN
Gen Incomplete Dominant adalah Gen Dominant yang tidak sempurna atau Gen yang telah bercampur menjadi satu dengan Gen lainnya. Gen Incomplate Dominan ini sama halnya dengan Gen Dominan setiap keturunannya akan selalu tampak secara Visual atau nyata. Gen Incmplate Dominant mempunyai sifat Faktor penurun:

- Single Factor (SF)
- Double Factor (DF)

Ini berarti dua hal:
1. Seekor burung hanya perlu mewarisi mutasi dari satu indukan untuk menunjukkan efek dari mutasi.Seekor burung yang membawa satu salinan mutasi disebut sebagai "satu faktor gelap/single factor (SF)" .
2. Seekor burung yang mewarisi mutasi dari KEDUA indukan, disebut sebagai "dua faktor gelap/double faktor (DF)", dua faktor gelap akan sangat terlihat berbeda dengan burung satu faktor gelap.
Mutasi dark factor ini terjadi secara langsung pada spesies A.Roseicollis, A.Taranta, dan A Personata, namun untuk A.Fischeri, A.Lilianae (Nyasa), dan A.Nigrigenis (Blackcheeked) terjadi karna transmutasi/perkawina silang dengan A.Personata.
"sedikit sulit membedakan burung dengan Single Factor (SF) dengan burung Double Factor (Df)

Karna sifatnya hampir sama denang Dominant maka Incomplate Dominant tidak adanya Split di dalam Incompalete Dominant yg berarti burung harus visual/nyata.

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Dark Factor
- Pale headed
- Violet
- Misty
- Creasted

Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Dark factor
- Violet
- Dominant edge
- Misty
- Euwing
- Creasted

Mutasi warna pada : A.Taranta
- Dark faktor

Berikut ini adalah Rumusan dari Incomplate Dominan Dark Factor 




Atau Bisa baca-baca di artikel sebelumnya mengenai incompalate dominan Dark faktor Disini :


RECESSIVE
Gen Resesif adalah gen yang tidak tampak secara visual jika dipasangkan dengan Gen Dominant biasanya disebut Split. Namun bisa menjadi visual jika dipasangkan dengan Gen resesif yang sama seperti Blue (sifatnya Resesif) di kawinkan dengan blue anakannya akan keluar visual blue.

Split biasanya diberi kode "I" atau "/".

Sebagai contoh:





Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Blue
- Turquoise
- Aqua
- Bronze Fallow
- Pale Fallow
- Orange Face
- Marble
- Resesif pied


Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Blue
- Turquoise
- NSL Ino
- Dark Eye Clear (DEC)
- Pastel
- Bronze Fallow
- Pale Fallow
- dun Fallow
- Dilute
- Faded
- Recesive pied


Mutasi warna pada : A.Taranta
- Turquoise
- Pale Fallow
- Bronze Fallow
- Dilute


CO - DOMINAN
Co - Dominan adalah Gen resesif yang tidak bercampur menjadi satu dengan Gen resesif melainkan terpisah satu-satu membentuk mutasi warna. Co-dominant terjadi pada burung Lutino, pastel, DEC dan Bronze fallow. Co-dominant yang lain adalah Turquoise dan blue.



MULTIFACTORIAL
Adalah Gen yang terbentuk secara tidak diduga dan tidak bisa dicetak secara sengaja. Terjadi begitu saja. Induk dapat menurunkan Gen Multifactorial tetapi Gen Multifactorial itu sendiri tidak bisa menurunkan keanaknya.


Mutasinya pada agapornis : Halfslider,Mottled dan Longfeather

Berdasarkan Penentu kelamin dibagi menjadi 2:

1. Non Sex-linked (NSL) A.Nigrigenis. Tidak mempunyai penentu kelamin. Jenis kelamin induk tidak berpengaruh pada kelamin anak.
Mutasi warna pada : A.Fischeri, A.Personatus, A.lilianae, A.Nigrigenis
- Opaline
- Pale

2. Sex-Linked (SL)
Sex-linked adalah Gen yang mempunyai Penentu Kelamin (Sex-Liked) dan Resesif. Artinya jenis kelamin burung bisa ditentukan dari induk yang dipasangkan.

Mutasi warna pada : A.Roseicollis
- Cinamon
- Opaline
- SL ino
- Pallid

- Semoga bermanfaat -

Wednesday, May 11, 2016

Perbedaan Agapornis pullaria dengan Agapornis Receicollis

Perbedaan Agapornis pullaria dengan Agapornis Receicollis


Untuk bahan bacaan
Tentang pemahaman Redfaced (agapornis pullaria) dengan Redfaced (agapornis Receicollis), sebenarnya masih banyak yang keliru untuk orang yang belum begitu memahami lovebird banyak yang mengira redface di agapornis pullaria sama dengan agapornis roceicollis tapi sebenarnya diantara kedua jenis burung ini jelas berbeda sekilas mungkin sama ,perlu diketahui sebutan redface di agapornis rocecollis tidak ada melainkann peachface.

Lihat perbedaan pada gambar dibawah ini


                                     

                              Agapornis Roceicollis               Agapornis Pullaria

Antara kedua jenis tersebut adalah sama-sama non kle/Non Eye Ring perbedaanya terlihat 
jelas pada warna merah di muka Redfaced (agapornis pullaria) memiliki warna 
yang memang tidak lebih dari garis mata, selain itu agapornis pullaria sangat langka, dari sekitar 2000+ burung yang  di-show-kan pada acara "( BVA Masters 2012 Agapornis Pullaria, fun and  beautiful bird, dan agapornis )" cuma ada sekitar 4 Agapornis Pullaria.
Agaposnis pullaria belum ada yg mengalami mutasi mungkin masih sangat lama 
sampai burung itu bisa sampai ke indonesia.
Perbedaannya juga terlihat dari ukuran tubuh agapornis pullaria memiliki 
tubuh yg lebih kecil sekitar (panjang 15cm Berat 48 gram)) dibandingkan dengan agapornis Roceicollis sekitar (panjang 15cm Berat 46-63 gram).

mari kita lihat perbedaan antara agapornis Pullaria dengan agapornis roceicollis secara detil:




Dan untuk Redfaced dari Agapornis Roceicoicollis saya rasa itu hanya karena 
salah kaprah dalam penempatan istilah saja, tidak ada 'red faced ' dalam agapornis
Roseicollis, karena nama mereka adalah 'peachfaced', species jelas beda juga. Yang ada adalah 'collor intensive' dimana warna yang ada di burung lebih terang, dan ini didapat 
dari para peternak yang selektif, Kalau di lomba-lomba burung di Lovebird Non klep bakal banyak sekali  burung-burung color intensive ini yang dilombakan,
Hampir sama konsepnya dengan kenari red intensive meskipun kalau di kenari bisa di-doping lewat pewarna ALAMI (menambahkan betacarotein pada asupan makanan dan KIMIA  (mensuntikan bahan kimia ) yang diberikan sebelum masa mabung mereka kalau 
di roseicollis tidak bisa di doping.

Ini contoh pict Red-intensive lutino roseicollis di acara BVA Masters 2012 
(burung ini juara medali emas):




Bila rekan - rekan pernah melihat pict agapornis di :

http://www.pinlovebird.com/thai/agapornis.html

Kalo menurut saya pin lovebird itu memakai istilah sendiri dan tidak standar.
Untuk istilah internasional yang di adopsi mayoritas klub penggemar lovebird dunia (terkecuali ALBS).

Silahkan kesini :

http://www.agapornis.info/

website dari pakar lovebird dunia Mr. Dirk Van den Abeele.
Mengapa "(ALBS America)" berbeda dengan Australia dan eropa, mestinya Eropa 
dan Australia sudah gabung dan memaakai istilah yg sama mulai 7 thn lalu, tetapi ALBS masih ngotot pake istilah mereka sendiri,  "(maklum orang Amrik,dunia pakai liter, amrik pake gallon. dunia pake  meter, amrik pake kaki. dunia pakai celcius, amrik pake fahrenheit, dst-dst.

Pertanyaannya "Apakah indonesia bisa menanamkan standart seperti itu,,,????? dan jawabannya mesti bisa...".